Biara Jokhang

★ 5.0 (100+ ulasan) • 100+ kali dipesan
Informasi umum
Aktivitas menarik
Hotel

Destinasi di sekitar

FAQ tentang Biara Jokhang

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Biara Jokhang di Lhasa?

Bagaimana cara mencapai Biara Jokhang di Lhasa?

Apa yang harus saya ketahui tentang etiket budaya saat mengunjungi Biara Jokhang?

Jam berapa Biara Jokhang buka?

Apakah ada festival yang harus saya hadiri di Biara Jokhang?

Informasi penting sebelum mengunjungi Biara Jokhang

Terletak di jantung Lhasa, Biara Jokhang berdiri sebagai mercusuar makna spiritual dan keindahan arsitektur. Situs yang dihormati ini, sering disebut sebagai 'jantung spiritual kota,' mengundang para pelancong untuk menjelajahi kekayaan sejarah, budaya, dan pengabdiannya. Didirikan pada abad ke-7, Biara Jokhang adalah situs tertua dan tersuci di Lhasa, memikat pengunjung dengan makna spiritualnya yang mendalam dan sejarahnya yang kaya. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, biara ini merupakan bukti perpaduan pengaruh Tibet, Tiongkok, India, dan Nepal, menawarkan sekilas unik ke dalam jalinan budaya Tibet. Sebagai tujuan ziarah utama, kuil suci ini menarik banyak peziarah dan pelancong yang ingin merasakan makna spiritualnya yang mendalam, menjadikannya tujuan yang tak boleh dilewatkan bagi mereka yang mencari pencerahan dan petualangan.
Kuil Jokhang, Jalan Barkhor, Komunitas Barkhor, Jalan Barkhor, Distrik Chengguan, Daerah Otonomi Tibet, Tiongkok

Tempat Wisata Terpilih

Patung Jowo Shakyamuni

Masuki inti spiritualitas Tibet dengan mengunjungi patung Jowo Shakyamuni di Biara Jokhang. Patung yang dihormati ini, menggambarkan Buddha pada usia dua belas tahun, adalah pemandangan yang menakjubkan dengan bentuk perunggu berlapis emas, mahkota berhiaskan permata, dan pakaian bertabur mutiara. Ini bukan sekadar patung; ini adalah simbol pengabdian dan titik fokus bagi para peziarah dari seluruh Tibet. Baik Anda seorang pencari spiritual atau pelancong yang penasaran, aura penghormatan di sekitar patung ini pasti akan meninggalkan kesan yang mendalam.

Alun-Alun Barkhor

Rasakan energi yang hidup di Alun-Alun Barkhor, jantung kota Lhasa yang ramai. Terletak tepat di depan Biara Jokhang, alun-alun yang ramai ini lebih dari sekadar pasar; ini adalah pengalaman budaya. Saksikan para peziarah melakukan kora, ritual berjalan mengelilingi kuil, dan nikmati pemandangan dan suara kehidupan lokal. Dari kerajinan tradisional hingga makanan jalanan yang menggugah selera, Alun-Alun Barkhor menawarkan pesta indra yang menangkap esensi budaya dan tradisi Tibet.

Kuil Jokhang

Temukan keajaiban arsitektur yang merupakan Kuil Jokhang, sebuah mahakarya yang berdiri sebagai bukti jalinan budaya Tibet yang kaya. Dibangun pada tahun 652 oleh Raja Srongtsen Gampo, kuil ini adalah perpaduan harmonis dari gaya arsitektur Tibet, Nepal, dan India. Rumah bagi patung suci Jowo Sakyamuni, mural yang rumit dan atap berlapis emas kuil ini adalah kenikmatan visual. Saat Anda menjelajahi aula sucinya, Anda akan dibawa melintasi waktu, menyaksikan perjalanan spiritual dan sejarah Tibet.

Signifikansi Budaya

Biara Jokhang berdiri sebagai landasan Buddhisme Tibet, sangat terkait dengan sekte Gelug. Didirikan pada abad ke-7 oleh Raja Songtsen Gampo, biara ini telah menjadi situs penting untuk praktik keagamaan dan budaya di Tibet. Kuil ini bukan hanya situs keagamaan tetapi juga ikon budaya, terkait dengan Putri Wencheng yang legendaris dan pendirian Lhasa itu sendiri, menjadikannya landasan sejarah dan budaya Tibet.

Peristiwa Bersejarah

Biara ini telah menjadi saksi peristiwa sejarah penting, termasuk hubungannya dengan Vajrasana di India dan kelangsungan hidupnya melalui Revolusi Kebudayaan. Biara ini telah berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi artefak suci dan berdiri sebagai simbol ketahanan dan iman.

Keajaiban Arsitektur

Biara Jokhang adalah keajaiban arsitektur, memadukan gaya Tibet, Tiongkok, Nepal, dan India. Tiga lantai dan atap terbukanya dipenuhi dengan kapel, kamar, dan relik tak ternilai. Biara ini adalah contoh luar biasa dari arsitektur tradisional Tibet, yang terintegrasi secara harmonis ke dalam lanskap dramatis Lhasa. Desain dan dekorasinya mencerminkan imajinasi dan kreativitas manusia, melambangkan integrasi otoritas sekuler dan religius.