Gereja St Paul

★ 4.8 (15K+ ulasan) • 140K+ kali dipesan
Informasi umum
Aktivitas menarik
Hotel

Alasan traveler menyukai Gereja St Paul

4.8 /5
15K+ ulasan
Baca semua ulasan
Klook用戶
4 Nov 2025
Pemandu wisata menjelaskan sejarah dengan sangat hidup dan menarik, membuat kami lebih mudah memahami latar belakang sejarah setempat. Ada waktu bebas satu setengah jam dalam jadwal perjalanan untuk berjalan-jalan dan membeli oleh-oleh. Pengaturan perjalanannya tidak terlalu padat, ritmenya pas. Pemandu wisata sangat perhatian, ketika macet dalam perjalanan pulang, dia bertanya kepada semua orang apakah mereka ingin turun di hotel atau di tempat yang mereka inginkan agar lebih mudah bagi kami. Sangat direkomendasikan!!
Lang ***
3 Nov 2025
Kami memiliki hari yang fantastis di Malaka yang indah. Yang membuatnya paling berkesan adalah pemandu kami, Bapak Ahmed. Beliau tepat waktu, penuh pengetahuan, perhatian, dan sangat sabar, seseorang yang menunjukkan semangat sejati untuk pekerjaannya. Saya mengobrol dengannya sepanjang perjalanan ke dan dari Malaka.
Klook User
1 Nov 2025
Kami senang sekali melakukan tur dengan Tommy. Mereka tepat waktu dan komunikasinya sempurna, mobilnya nyaman dan hangat, dan mereka memastikan kami terhidrasi dengan baik mengingat cuacanya panas. Sepanjang hari semua yang kami butuhkan tersedia, kami bisa melihat Putrajaya dan menjelajah ke Malaka. Tommy tahu semua tempat foto terbaik yang membuat waktu yang kami habiskan di tempat-tempat itu semakin menyenangkan. Ada 4 orang dari kami untuk tur ini dan kami bisa mengenal yang lain dengan baik. Saya pasti akan merekomendasikan ini sebagai cara untuk melihat kedua tempat secara efisien dalam satu hari.
2+
WANG ******
1 Nov 2025
Pengemudi sekaligus pemandu wisata, Koike, memberikan pelayanan yang sangat baik, fasih berbahasa Mandarin dan Inggris, serta menjelaskan sejarah dan asal-usul setiap tempat wisata. Tur kelompok kali ini menggunakan mobil berkapasitas 7 tempat duduk, tetapi hanya ada dua grup yang terdiri dari empat wisatawan, sehingga perjalanan sangat santai dan tidak padat. Semua tempat wisata yang diperkenalkan dikunjungi. Masjid Merah Jambu dan Masjid Malaka yang menjadi tujuan utama sangat terik tetapi bagus untuk difoto. Peserta diingatkan untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk tabir surya. Rekomendasi bintang lima.
2+
Alvina *************
1 Nov 2025
Ini adalah salah satu tur terbaik yang pernah saya ikuti! Saya dan keluarga saya memiliki waktu yang sangat menyenangkan di Melaka. Ada begitu banyak yang bisa dilihat dan dialami. Pemandu wisata kami, Bapak Lionel, luar biasa! Dia sangat informatif dan memberikan penjelasan yang sangat mendalam namun menyenangkan tentang setiap tempat yang kami kunjungi. Dia merawat kami dengan sangat baik dan sangat akomodatif dengan kebutuhan kami. Makan siangnya sangat lezat, dengan berbagai macam hidangan masakan Baba Nyonya, Anda akan menyukainya! Secara keseluruhan, saya akan memberikan tur ini LIMA BINTANG! Sangat direkomendasikan bagi siapa pun yang tertarik untuk mengunjungi Melaka!
2+
Ketchup **********
31 Okt 2025
Stafnya ramah dan tempatnya bersih serta terawat dengan baik. Pasti layak dimasukkan dalam rencana perjalanan Melaka Anda, terutama jika ini adalah pertama kalinya Anda berkunjung. Saya sarankan untuk pergi di sore hari untuk pemandangan terbaik!
2+
Klook User
29 Okt 2025
Patrick adalah pengemudi dan pemandu kami untuk hari itu. Karena tidak ada orang lain, itu menjadi tur pribadi untuk kami. Patrick sangat detail dan mengambil banyak gambar. Dia memastikan kami mengunjungi banyak tempat. Kami memilih untuk tidak pergi ke restoran yang direkomendasikan tetapi dia akan memberi Anda pilihan. Kami memilih waktu luang di Malaka. Terus terang Putrajaya tidak memiliki banyak hal tetapi Malaka sangat indah.
2+
Klook 用戶
29 Okt 2025
Perjalanan sehari yang menyenangkan, pemandu wisata memberikan penjelasan yang mendetail, jadi mengerti tentang sejarah Malaka, lain kali pasti akan pesan lagi ☺️
2+

Destinasi di sekitar

212K+ visitors
194K+ visitors
194K+ visitors
194K+ visitors
145K+ visitors
146K+ visitors

FAQ tentang Gereja St Paul

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Gereja St. Paul di Melaka?

Bagaimana cara menuju Gereja St. Paul di Melaka?

Hidangan lokal apa yang harus saya coba saat mengunjungi Melaka?

Apakah ada biaya masuk untuk Gereja St. Paul di Melaka?

Apa yang harus saya pertimbangkan untuk kunjungan yang nyaman ke Gereja St. Paul?

Informasi penting sebelum mengunjungi Gereja St Paul

Temukan daya tarik menawan dari Gereja St. Paul di Melaka, sebuah permata sejarah yang menawarkan sekilas ke masa lalu Malaysia yang kaya. Sebagai bangunan Eropa tertua di timur India, situs ikonik ini menyajikan perpaduan unik antara sejarah, budaya, dan pemandangan yang menakjubkan, menjadikannya destinasi wajib bagi para pelancong yang menjelajahi Malaka. Terletak di puncak Bukit St. Paul, reruntuhan gereja ini menawarkan latar belakang yang memukau untuk menjelajahi warisan kolonial Portugis dan Belanda. Suasana yang tenang dan pemandangan kota yang panoramik dari situs kuno ini pasti akan memikat setiap pengunjung, menjadikannya pemberhentian yang tak terlupakan dalam perjalanan Anda melalui Kota Malaka, Malaysia.
Gereja St Paul, Kota Melaka, Malaka, Malaysia

Tempat Wisata Terpilih

Reruntuhan Gereja St. Paul

Kembali ke masa lalu saat Anda menjelajahi reruntuhan atmosferik Gereja St. Paul, gereja tertua di Asia Tenggara. Awalnya dibangun pada tahun 1521, situs bersejarah ini mengundang Anda untuk menjelajahi batu nisan kuno dan sisa-sisa struktur yang pernah megah. Meskipun dalam kondisi rusak, dinding terbuka dan ukiran rumit gereja ini menawarkan sekilas yang menarik ke masa lalu, menjadikannya kunjungan wajib bagi para penggemar sejarah.

Bukit St. Paul

Mulailah perjalanan ke puncak Bukit St. Paul, di mana sejarah dan pemandangan menakjubkan bertemu. Lokasi strategis ini, yang penting selama periode kolonial Portugis dan Belanda, menawarkan pemandangan panoramik Kota Malaka. Saat Anda mendaki, nikmati suasana yang hidup yang diciptakan oleh pengamen, seniman, dan penjual suvenir, menjadikan pendakian Anda sehidup dan seindah pemandangannya.

Patung St. Fransiskus Xaverius

Hormat kepada warisan abadi St. Fransiskus Xaverius di patung peringatannya, yang didirikan pada tahun 1953. Meskipun kehilangan tangan kanannya, penghormatan yang mengharukan ini berdiri dengan bangga di depan reruntuhan gereja, menandai tempat pemakaman sementara misionaris sebelum jenazahnya dipindahkan ke Goa, India. Patung ini berfungsi sebagai pengingat akan dampak mendalam yang dimiliki St. Fransiskus Xaverius selama waktunya di Malaka.

Signifikansi Budaya dan Sejarah

Gereja St. Paul adalah harta karun dari signifikansi budaya dan sejarah. Awalnya dibangun sebagai kapel Katolik Roma oleh komandan Portugis Duarte Coelho pada tahun 1521, kemudian beralih menjadi gereja Reformed Belanda setelah penaklukan Belanda pada tahun 1641. Situs ini juga berfungsi sebagai tempat pemakaman tokoh-tokoh terkenal dan bahkan berfungsi sebagai gudang mesiu selama pemerintahan Inggris. Jalinan sejarah yang kaya ini menjadikannya kunjungan wajib bagi para penggemar sejarah.

Misa Hari Raya Tahunan

Bergabunglah dalam perayaan meriah misa hari raya tahunan yang diadakan pada Sabtu pertama bulan Desember untuk menghormati St. Fransiskus Xaverius. Tradisi ini, yang dimulai pada tahun 1922 oleh seorang pastor dari Gereja St. Fransiskus Xaverius Melaka, terus menarik pengunjung dan penduduk lokal, menawarkan pengalaman budaya yang unik.

Keindahan Arsitektur

Reruntuhan Gereja St. Paul adalah bukti keindahan arsitekturnya, dengan batu nisan besar dan ukiran rumit yang memikat setiap pengunjung. Sisa-sisa gereja ini menawarkan sekilas ke masa lalu, menampilkan seni dan keahlian dari era tersebut.

Wawasan Budaya

Mendalami praktik budaya dan peristiwa sejarah yang telah membentuk Gereja St. Paul. Dari asal-usul Portugisnya hingga pengaruh Belanda dan Inggris, gereja ini berdiri sebagai wadah budaya, mencerminkan pengaruh beragam yang telah membentuk Melaka.

Landmark Sejarah

Selain reruntuhan gereja, area ini kaya dengan landmark sejarah seperti benteng A Famosa dan Dutch Square. Situs-situs ini semakin memperkaya pengalaman sejarah, menawarkan pemahaman yang lebih dalam tentang masa kolonial Melaka.

Kuliner Lokal

Setelah menyelami sejarah, manjakan lidah Anda dengan kuliner lokal terkenal Melaka. Jangan lewatkan untuk mencoba Bola Nasi Ayam, Satay Celup, dan Nyonya Laksa, setiap hidangan menawarkan perpaduan rasa unik yang mencerminkan warisan multikultural daerah tersebut.